Hukum & Kriminal
Trending

Teller LKM Ciomas Didakwa Gelapkan Uang Nasabah

SERANG, BANTEN RAYA- Neneng Nurhasanah didakwa telah menggelapkan uang nasabah PT Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Ciomas sebesar Rp100 juta pada tahun 2018. Hal itu terungkap dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Serang pada Kamis (4/3).

Dalam surat dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten Pujiyati, pada 17 Juni 2016, Jasiah selaku nasabah di PT LKM Ciomas mendepositokan uangnya sebesar Rp117 juta yang disetorkan kepada Neneng Nurhasanah selaku teller di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Serang itu.

“Di bulan dan tahun yang sama, Jasiah kembali mendispositokan lagi sebesar Rp70 juta, sehingga total Rp187 juta yang diterima oleh terdakwa selaku teller PT LKM Ciomas,” kata Pujiyati kepada Majelis Hakim yang diketuai Ngurah Suradatta Dharmaputra, disaksikan oleh terdakwa melalui sidang yang digelar secara online.

Pujiyati menambahkan, pada akhir Desember 2017, Jasiah akan menarik depositonya sebesar Rp180 juta yang sudah habis jatuh temponya. Namun uang kas di kantor PT LKM Ciomas kosong akibat banyak nasabah yang pengambilan tabungan.

“Terdakwa merayu saksi Jasiah untuk menyimpan dulu dananya di rekening tabungan atas nama Jasiah, kemudian terdakwa menawarkan membuat deposito bulanan otomatis,” tambahnya.

Pujiyati mengungkapkan, pada Januari 2018, Jasiah menyetujui untuk menyimpan dana dalam simpanan berjangka sebesar Rp180 juta dengan jangka waktu satu bulan otomatis dengan jatuh tempo pada 2 Februari 2018.

“Pada 5 Februari 2018, karena saksi Jasiah perlu dana, terdakwa menarik simpanan Rp180 juta dari PT LKM Ciomas Kabupaten Serang. Akan tetapi terdakwa hanya menyerahkan kepada Jasiah sebesar Rp80 juta. Sisanya Rp100 juta, terdakwa merayu Jasiah lagi supaya uangnya diisimpan lagi di PT LKM Ciomas Kabupaten Serang,” ungkapnya.

Pujiyati menjelaskan, setelah Jasiah menyetujuinya, Neneng kembali menyimpan uang tersebut dalam bentuk deposito. Namun uang tersebut tidak disetorkan ke kas LKM Ciomas.

“Terdakwa membuat deposito fiktif, karena terdakwa tidak dapat menyetorkan uang tunai sebesar Rp100 juta ke kas PT LKM Ciomas. Dimana uang saksi Jasiah yang sudah terdakwa gunakan untuk membayar nasabah tabungan yang lain,” jelasnya.

Atas perbuatannya, Pujiyati menegaskan bahwa terdakwa Neneng diancam pidana dalam pasal 374 KUHP tentang penggelapan. “Akibat perbuatan terdakwa, saksi Jasiah menderita kerugian kurang lebih Rp100 juta,” tegasnya.

Usai pembacaan dakwaan, terdakwa tidak mengajukan eksepsi, sidang selanjutnya digelar pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi-saki. (darjat/rahmat)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp