NasionalWisata & Kuliner

Kapal Perang Hingga Pesawat Pengintai Diturunkan Cari Korban Sriwijaya Air SJ 182

JAKARTA, BANTEN RAYA – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto langsung menyiapkan misi search and rescue (SAR) setelah pesawat Sriwijaya SJ 182 hilang kontak. 

Seperti diketahui, dari informasi yang beredar, pesawat dengan type Boing 737-500 terbang dari Jakarta sekitar pukul 14.36 WIB dan dijadwalkan tiba di bandar udara Supadio Pontianak, sekitar pukul pada pukul 16.00 WIB. 

Namun pada pukul 15.37 WIB, pesawat dengan total penumpang sebanyak 62 penumpang termasuk pilot, co pilot dan awak kabin, dikabarkan hilang kontak. 

Saat ini keberadaan pesawat masih dilakukan investigasi dan tengah dikoordinasikan dengan BASARNAS dan Komiter Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). 

Hadi menyatakan bahwa tim TNI-AL dan TNI-AU sudah bergerak. Baik personel maupun alat utama sistem persenjataan (alutsista).

”Satuan Angkatan Laut terdekat di Tanjung Pasir di Tangerang, di pesisir utara Teluk Jakarta, pesawat TNI-AU di Lanud Halim Perdana kusuma,” ujarnya, Sabtu (9/1/2021).

Bukan hanya itu, potensi SAR lain yang dimiliki TNI juga disiagakan untuk membantu misi tersebut. 

Kepala DinasPenerangan TNI-AL (Ka dispenal) Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono menyatakan bahwa unsur-unsur TNI-AL yang sudah dikerahkan terdiri atas kapal perang atau KRI Teluk Gilimanuk-531, KRI Kurau-856, KRI Parang-647, KRI Teluk Cirebon-543, KRI Tjiptadi-381, KRI Cucut-866, dan KRI Teng giri-856 sudah dikerahkan.

Pasukan khusus Komando Pasukan Katak (Kopaska) pun sudah berada di salah satu kapal tersebut. Selain itu, ada dua sea rider dan dua kapal tunda yang disertakan TNI-AL. 

”Kami juga menyiapkan Heli Bell 412 EP HU 4205 yang onboard di KRI Bontang,” jelasnya.

Saat ini kapal tersebut berada di Dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta Utara. ”Siap dukung operasi SAR,” jelasnya.

Sementara itu, TNI-AU menyiagakan helikopter dan pesawat fix wing guna mendukung operasi tersebut. Langkah itu dilakukan TNI AU sesuai dengan arahan panglima TNI. 

”Helikopter Super Puma NAS-332 Skadron Udara 6 dan EC-725 Caracal Skadron Udara 8 Lanud Atang Sendjaja, Bogor, serta personel SAR dari Korpaskhas telah disiagakan,” jelas Kepala Dinas Penerangan TNI-AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Indang Gilang.

Sementara itu, pesawat fix wing yang disiapkan TNI-AU terdiri atas Boeing 737 Intai Maritim milik Skadron Udara Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, dan CN-295 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Gilang memastikan bahwa instansinya siap mengerahkan kekuatan maksimal untuk mendukung dan membantu operasi SAR pesawat yang hilang kontak sejak kemarin sore tersebut.

Sementara itu, Kepala Basarnas Pontianak Yopi Haryadi, mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan Basarnas Jakarta terkait hilangnya pesawat Sriwijaya Air 182. 

Yopi menyatakan, karena lokasi pesawat dinyatakan hilang kontak masih berada di wilayah Jakarta. Sehingga Basarnas Kalimantan Barat saat ini menunggu perintah dan informasi dari pusat. 

“Sesuai dengan informasi pesawat yang hilang tujuannya memang dari Jakarta ke Pontianak,” kata Yopi. 

Yopi menyatakan, dari informasi Basarnas Pusat telah dikerahkan beberapa kapal, untuk melakukan operasi pencarian. 

“Terkait kabar ditemukannya pesawat di pulau Laki, kami belum dapat memastikan kebenarannya. Karena masih menunggu informasi dari pusat,” ucap Yopi.

Manager Operasi Bandar Udara Supadio Pontianak, Nuril Huda, mengatakan, terkait dugaan hilang kontak pesawat Sriwijaya Air 182 pihaknya telah mengaktifkan emergency Informasi center dan crisis center untuk penanganan keluarga korban. 

Dimana, lanjut dia, pihaknya telah menyediakan tempat di gedung serba Guna Graha Candra Dista Wiradi atau tepatnya di samping kantor KP3U. 

Terpisah, EGM Airnav Pontianak Wasyudi membenarkan, jika pesawat Sriwijaya Air 182 sudah terbang dari Jakarta sekitar pukul 14.36. Sesuai dengan prosedur Koordinasi dengan Airnav Jakarta, pesawat tersebut belum kontak ke Airnav Pontianak. 

“Setelah koordinasi lapangan, ternyata informasi yang kami terima dari Airnav Jakarta pesawat hilang kontak,” kata Wasyudi. 

Dia menuturkan, sesuai dengan prosedur Airnav Jakarta langsung berkoordinasi dengan Basarnas Jakarta untuk menindaklanjuti informasi hilang kontaknya pesawat tersebut.

“Seperti yang diketahui lama terbang Jakarta-Pontianak sekitar 1 jam 20 menit. Harusnya pukul 16.00 sudah tiba di Pontianak,” ungkapnya. (jpg)

Related Articles

Back to top button