NasionalPendidikan

Pemerintah Gelontorkan Rp1,5 Triliun untuk Pembangunan Madrasah

JAKARTA, BANTEM RAYA – Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) mengalokasikan anggaran untuk pembangunan madrasah pada 2021 sebesar Rp1,5 triliun. Angka tersebut naik dari anggaran tahun sebelumnya.

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Ahmad Umar mengatakan, bahwa di 2021 Kemenag menaikan anggaran untuk pembangunan madrasah sebesar Rp1,5 triliun.

“Anggaran Rp1,5 triliun untuk pembangunan di 269 madrasah se-Indonesia, termasuk Papua dan Papua Barat,” kata Umar di Jakarta, Jumat (25/12/2020).

Umar menyebut, anggaran untuk pembangunan madrasah 2021 terjadi kenaikan dari tahun 2020. Di mana, pada tahun ini anggaran yang dialokasikan mencapai Rp1 triliun.

Menurutnya, pembangunan madrasah pada 2021 akan berfokus pada infrastruktur madrasah, seperti ruang kelas baru, laboratorium hingga asrama siswa. Namun, tidak menutup kemungkinan juga untuk rumah guru dan gedung workshop khusus.

“Pembangunan asrama memang akan menjadi prioritas. Sebab, asrama dinilai memiliki peran penting untuk membina siswa secara dekat dan intens,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemenag Nizar Ali menambahkan, bahwa pembangunan madrasah di berbagai sektor bertujuan untuk menciptakan karakter kuat siswa madrasah. Pembangunan dilakukan agar madrasah memiliki alumni yang hebat dan bermartabat.

“Ini kaitannya dengan mimpi besar yang harus dimiliki madrasah. Melahirkan talenta hebat dan bermartabat,” katanya.

Menurut Nizar, madrasah tak lagi bisa dipandang sebelah mata, apalagi tidak diperhitungkan. Apalagi, pendidikan sekolah madrasah saat ini memasuki masa keemasan. “Madrasah punya keunggulan. Dia tidak underdog ketika bersaing dengan lembaga atau sekolah lain,” ujarnya.

Nizar menuturkan, ketika pendidikan madrasah telah mampu bersaing secara internasional, maka hal itu akan membawa siswa madrasah untuk memiliki prestasi secara global.

“Itulah yang menjadi mimpi dari pendidikan madrasah ke depan. Kita berprestasi, dan anak-anak kita bisa menembus batas negara asing,” pungkasnya. (der/fin)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp
%d blogger menyukai ini: