OpiniPendidikan
Trending

Nurbadriyah: Sekolah Tanpa Literasi, Ibarat Berkendara Tanpa Kemudi

SERANG, BANTEN RAYA-Jika ada sekolah yang enggan menerapkan budaya literasi, maka bersiaplah para lulusannya tidak memiliki kompetensi dan dapat dipastikan lambat laun keberadaannya tak kan lagi ada yang peduli, bahkan bisa jadi posisinya pun akan terganti. Hal tersebut disampaikan Nurbadriyah, Penggerak Literasi Nasional.

Menurutnya, bagaimana mungkin tujuan pendidikan nasional akan tercapai jika insan pendidikan anti terhadap literasi. Sekolah adalah tempat transaksi deretan huruf, angka dan kata. Tidaklah mungkin para ilmuwan mengabaikannya. Karenanya, tak sedikit para ahli menyatakan bahwa literasi adalah dasar sebuah perubahan dan keberadaban.

“Di tengah persaingan dunia yang semakin kompetitif, Indonesia harus membekali para generasi muda bukan hanya dengan keterampilan dan kompetensi pengetahuan, tetapi juga harus membekali mereka dengan kemampuan berkomuknikasi yang baik sehingga dapat diterima di berbagai aspek kehidupan,” katanya.

Ia menilai, tingkat literasi yang tinggi akan menciptakan generasi muda yang cerdas, memiliki daya pikir kritis, lebih kreatif dan inovatif. Inilah sejatinya awal perubahan besar sebuah negara. Semua tak kan mencapai puncaknya tanpa literasi sebagai pondasi. Literasi merupakan indikator penting bagi pelajar dalam mencapai kesuksesan dan memajukan bangsa.

“Tugas kita semua menginspirasi, memotivasi, dan mengapresiasi semua pelajar Indonesia agar dapat berkontribusi aktif dalam memajukan bangsa dan menciptakan perubahan,” imbuhnya. (satibi)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp