Pendidikan

Cegah Covid-19, Unsera Kembali Menggelar Wisuda Drive Thru

SERANG, BANTEN RAYA-Universitas Serang Raya (UNSERA) kembali menyelenggarakan wisuda secara drive thru selama tiga hari dimulai Senin sampai dengan Rabu (21, 22, 23/12). Menariknya, wisuda kali ini bertepatan dengan Dies Natalis Unsera yang ke-12 bertema Diversity in Harmony.

Menurut Rektor Unsera H. Hamdan, sebanyak 434 wisudawan mengikuti Wisuda Drive Thru yang terbagi menjadi 166 wisudawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 17 wisudawan Program PendidikanVokasi, 60 wisudawan Fakultas Ilmu Sosisal Ilmu Politik dan Ilmu Hukum dan 127 wisudawan Fakultas Teknik, 63 wisudawan Fakultas Teknologi.

Dalam kesempatan itu, Rektor Unsera mengaku, tidak terasa usia Unsera sudah memasuki 12 tahun. Berdiri kokoh dan semakin berkualitas, menyongsong dan menyiapkan generasi unggul dan emas untuk bisa bersaing di tingkat global.

“Ini berarti Unsera telah melahirkan 8.392 orang sarjana yang mengabdi di berbagai instansi pemerintah (PNS) maupun swasta, dunia usaha, dunia industri, BUMN/ BUMD dan juga sebagai entrepreneur sesuai dengan bidang dan disiplin ilmunya masing-masing,” kata Rektor Unsera.

Di lokasi yang sama, Ketua Yayasan Pendidikan Informatika H. Mulya. R. Rachmatoellah dalam sambutannya menyampaikan, pada kesempatan yang berbahagia ini, atas nama pribadi dan Yayasan Pendidikan Informatika mengucapkan selamat atas keberhasilan para wisudawan dan wisudawati dalam menyelesaikan studi di kampus ini.

Namun ingatlah, keberhasilan tersebut bukan murni usaha sendiri, tetapi atas rahmat Allah, Tuhan semesta alam. Keberhasilan bermula dari doa orangtua saudara, yang setiap hari bekerja keras, berdoa tanpa lelah, demi keberhasilan kuliah anak-anak tercintanya.

Menurutnya, wisuda memang merupakan momentum yang sangat penting bagi mahasiswa. Karena untuk bisa mencapai wisuda mahasiswa harus berjuang keras, melalui berbagai tahapan yang tidak mudah. Sehingga mahasiswa yang mampu wisuda, dianggap telah memiliki kemampuan akademik yang telah ditetapkan perguruan tinggi.

“Namun, jangan sampai saudara hanya puas mencari ilmu sampai diwisuda. Terus dan teruslah mencari ilmu meski tidak di lembaga pendidikan formal. Karena di luar sana banyak sekali ilmu yang mungkin belum pernah diajarkan di dalam kampus,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Mulya juga menyebutkan bahwa revolusi industri 4.0 adalah fase keempat dari perjalanan revolusi industri yang telah terjadi. Perubahan akan mempengaruhi segala bidang kehidupan, baik itu bidang ekonomi, sosial ataupun budaya. “Revolusi industri 4.0 disebut juga dengan puncaknya revolusi, karena lahirnya teknologi digital yang mana akan sangat berdampak pada masyarakat,” ungkapnya.

Revolusi ini melahirkan sesuatu yang sangat spektakuler yaitu internet atau internet of things (IoT), dengan internet semuanya menjadi mudah dan sangat membantu dalam kehidupan. (satibi)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
× Chat Via WhatsApp
%d blogger menyukai ini: