Pendidikan
Trending

Dindikbud Banten Lestarikan Pusaka Banten

SERANG, BANTEN RAYA-Dalam rangka merawat dan menlestarikan benda pusaka milik Bnaten, Bidang Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten melaksanakan jamasan pusaka yaitu ritual penyucian atau membersihkan pusaka seperti keris, golok, tombak dan jenis pusaka lainnya milik Muesum Negeri Banten.

Ki Kumbang kepada Banten Raya menyampaikan, jamasan pusaka ini bertujuan untuk menghilangkan karat, bekas minyak yang menempel pada bilah atau pusaka. Untuk yang terdapat di Museum Negeri Banten pusaka tidak terlalu berkarat karena perawatannya rutin dilakukan.

“Pusaka yang ada di Museum Negeri Banten karatnya hanya bulanan, bukan tahunan sehingga lebih mudah untuk membersihkannya,” kata Ki Kumbang, kemarin.
Guru besar sekaligus pendiri Seni Golok Indonesia (SGI) ini menjelaskan, untuk menghilangkan karat bulanan dalam sebuah bilah atau pusaka, bisa dengan menggunakan jeruk nipis dan air kelapa yang direndam selama tiga hari.

Related Articles

Kandungan asam yang terdapat pada jeruk nipis, lanjut pemilik nama Ariyanto ini, berfungsi untuk melepas minyak dan karat yang menempel pada sebuah bilah. Kemudian direndam dengan menggunakan air kelapa agar nampak bersih.
“Saat ini kami melakukan jamasan sebanyak 30 lebih pusaka yang tersimpan rapi di Museim Negeri Banten,” ujarnya.

Terkait keahlian khusus untuk melakukan jamasan, Ki Kumbang mengatakan bahwa butuh keahlian khusus untuk melaksanakan jamasan, terlebih pusaka milik Banten berbeda dengan pusaka dari luar Banten.
Terpisah, Bara Hudaya, Kepala Bidang Budaya pada Dindikbud Banten menyampaikan, di Museum Negeri Banten terdapat sejumlah pusaka yang harus dirawat dan dilestarikan. Salah satu upaya untuk merawat dan melestarikan pusaka tersebut adalah dengan melakukan konservasi, yaitu membersihkan benda pusaka dengan menggunakan zat atau cairan khusus.

“Konservasi ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Museum Negeri Banten untuk merawat dan melestarikan benda pusaka,” katanya.

Ia mengaku kegiatan konservasi ini mendapatkan dukungan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Pariwisata. “Dengan adanya parawatan ini, maka generasi muda bisa menikmati peninggalan benda bersejarah milik Kesultanan Banten,” imbuhnya. (satibi)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp