Pendidikan
Trending

Disdikbud Pandeglang Gunakan PTM Ganjil Genap

PANDEGLANG, BANTEN RAYA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pandeglang telah membuat regulasi yang dibutuhkan demi kelancaran pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah. Misalnya, pemberlakuan skema ganjil genap selama enam hari kerja di sekolah. Hal tersebut disampaikan Kepala Disdikbud Kabupaten Pandeglang Taufik Hidayat.

Menurutnya, siswa dengan nomor presensi ganjil di kelasnya dapat masuk sekolah di hari Senin sampai Rabu sedangkan siswa dengan nomor presensi genap akan masuk sekolah pada Kamis hingga Sabtu.

“Implementasi skema ini juga digunakan sebagai langkah kewaspadaan dalam menjalani PTM. Kita tetap terus ingin melakukan pembelajaran tatap muka berjalan, tetapi dengan penuh kehati-hatian,” kata Taufik Hidayat, kemarin.

Taufik mengungkapkan bahwa sekolah-sekolah diminta untuk menaati protokol kesehatan yang sudah ditetapkan diluar protokol 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas).

Beberapa di antaranya yakni tidak diberlakukannya kegiatan upacara dan olahraga, pembersihan ruang kelas setelah digunakan, pengecekkan suhu sebelum memasuki lingkungan sekolah, pembatasan durasi belajar di sekolah per hari, jumlah peserta didik per ruangan kelas dan jarak duduk antar peserta didik.

Selanjutnya, kata Taufik, para siswa juga diwajibkan untuk membawa peralatan makan dan minum sendiri. Kantin sekolah juga hanya diperkenankan beroperasi jika berhasil lolos uji sampel jajanan anak dan mendapatkan izin dari Satgas Covid-19 dan satuan pendidikan yang bersangkutan.

Selain itu, Taufik menjelaskan, jam kedatangan dan kepulangan peserta didik juga diatur oleh Disdikbud Kabupaten Pandeglang. Mobilisasi peserta didik dari dan ke sekolah diberi jeda waktu selama 30 menit. “Hal tersebut ditujukan untuk menghindari kerumunan di sekitar lingkungan satuan pendidikan,” ungkapnya.

Taufik menambahkan, kewajiban menaati protokol kesehatan yang telah ditetapkan ini tidak hanya berlaku bagi siswa dan tenaga pendidik di sekolah saja, namun orangtua yang mengantar anaknya ke sekolah juga wajib mengikuti dan menaati peraturan yang berlaku tersebut. (satibi)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp