Pendidikan
Trending

DP3AKKB Banten Gelar Rakor Perlindungan Anak

SERANG, BANTEN RAYA-Anak adalah amanah sekaligus karunia tuhan yang maha esa. Upaya perlindungan anak perlu dilaksanakan sedini mungkin, yakni sejak dari janin dalam kandungan sampai anak berumur 18 tahun. Hal tersebut disampaikan Sitti Ma’ani Nina, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Banten.

Menurutnya, bertitik tolak dari konsepsi perlindungan anak yang utuh menyeluruh, dan komprehensif. Undang-undang no 35/2014 tentang perlindungan anak meletakkan kewajiban memberikan perlindungan kepada anak berdasarkan asas-asas nondiskriminasi; kepentingan yang terbaik bagi anak; hak untuk hidup, kelangsungan hidup dan perkembangan serta penghargaan terhadap pendapat anak.

Ia menjelaskan, komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) adalah kegiatan penyampaian informasi untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku individu, keluarga dan masyarakat.

“KIE harus dipilih sebagai jalan untuk memutus rantai kekerasan terhadap perempuan dan anak, pentingnya memutus rantai tersebut karena kekerasan itu dapat diwariskan dari satu generasi ke generasi selanjutnya,” kata Nina saat menghadiri Rapat Koordinasi Pengembangan Komunikasi, Informasi dan Edukasi bagi Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus, kemarin.

Nina menilai, korban atau keluarga dekat korban yang mengalami atau melihat kekerasan akan mengadopsi kekerasan tersebut. Terlebih kasus kekerasan pada perempuan dan anak ini seperti fenomena gunung es. Dimana kasus yang muncul adalah 1/10 dari fakta yang sebenarnya.

“Untuk itu dibutuhkan peran penting keluarga dan tokoh masyarakat dalam perlindungan anak. hal tersebut sesuai dengan arahan dan kebijakan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten,” ujarnya.

Di lokasi yang sama, Erminiwati, Kabid Perlindungan Perempuan pada DP3AKKB Banten menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk melakukan koordinasi dan sinkronisasi kegiatan pengembangan KIE tingkat provinsi, kab/kota bagi anak yang memerlukan perlindungan khusus.

“Kegiatan ini juga bertujuan untuk mendapatkan masukkan model pengembangan KIE tentang perlindungan khusus anak berdasarkan pengalaman di lapangan, yang dilakukan stakeholder (peserta), agar KIE menjadi efektif dan bermanfaat bagi masyrakat luas, khususnya perlindungan anak dari kekerasan dan eksploitasi baik seksua maupun ekonomi,” ungkapnya. (satibi)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp