Pendidikan
Trending

FPPTI Bersama UMJ Tingkatkan SDM Perpustakaan

SERANG, BANTEN RAYA-Dalam situasi yang tidak pasti saat ini, Perpustakaan membutuhkan manajer yang kuat dan kreatif untuk memimpin stafnya dalam rangka mencapai tujuan perpustakaan.

Hal tersebut disampaikan Luki Wijayanti, dosen di Departemen Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia saat menjadi pembicara dalam Webinar Peningkatan Kemampuan Manajerial Pengelola Perpustakaan Perguruan Tinggi yang digelar oleh Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) bersama dengan Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Menurutnya, manajer bertugas untuk memecahkan masalah, memotivasi staf, dan merencanakan seluruh kegiatan perpustakaan. Manajer harus mampu menyesuaikan dengan kondisi lingkungan; managers don’t come in one-size-fits-all shapes or forms.

“Manajer memenuhi banyak peran dan memiliki banyak tanggung jawab yang berbeda di setiap tingkat manajemen dalam suatu perpustakaan,” katanya, kemarin.

Ia menjelaskan, manejer lini pertama (first-line manager), dikenal dengan istilah manajer operasional, yang bertugas mengawasi dan memimpin suatu bagian terkecil di dalam perpustakaan, misalnya bagian pengadaan buku tercetak, bagian pengadaan bahan pustaka elektronik, bagian pengolahan buku tercetak, bagian pengolaahn majalah, bagian layanan sirkulasi, bagian layanan referensi dan bagian layanan fasilitas.

Sedangkan, manajer tingkat menengah (middle manager) mencakup semua manajer yang berada diantara manajer lini pertama dan manajer puncak yang bertugas sebagai penghubung antara keduanya.

“Jabatan yang termasuk manajer menengah misalnya kepala bagian pengadaan, pengolahan dan pelayanan,” ujarnya.

Terakhir adalah manajer puncak (top manager) yang dikenal dengan executive officer, yang bertugas merencanakan strategi dan kegiatan perpustakaan secara umum dan mengarahkan jalannya perpustakaan. (satibi)

Related Articles

Check Also
Close
Back to top button
× Chat Via WhatsApp