Pendidikan
Trending

Generasi Milenial Harus Bangga Menggunkan Bahasa Indonesia

SERANG, BANTEN RAYA-Tingkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan bahasa Indonesia yang baik, Kantor Bahasa Provinsi Banten menyelenggarakan edukasi bahasa dan hukum bagi tenaga profesional dan calon tenaga profesional, Selasa (30/3).

Kepala Kantor Bahasa Provinsi Banten Halimi Hadibrata dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini salah satu layanan dari Kantor Bahasa Banten terkait dengan layanan ahli bahasa di peradilan, peraturan daerah, peraturan bupati/walikota dan gubernur. Artinya Kantor Bahasa Banten memberikan layanan bahasa dalam membuat peraturan daerah, peraturan bupati/walikota dan gubernur.

Kegiatan ini diharapkan adanya peningkatan petugas terkait dengan layanan bahasa hukum, memberikan kesadaran bahwa penggunaan bahasa harus dipertanggungjawabkan. “Tahun ini kami memberikan layanan berdasarkan kelompok layanan profesional, salah satunya bahasa hukum,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Halimi berharap kegiatan ini dapat bermanfaat bagi peserta, maka diharapkan kepada para peserta bisa mengikuti seluruh materi dengan baik. Masih kata Halimi, kegiatan ini juga bertujuan untuk mensosialisasikan layanan ahli bahasa dari Kantor Bahasa Provinsi Banten.

“Bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan profesinalisme berbahasa hukum di lingkungan Provinsi Banten, hingga kabupaten maupun kota,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, Kantor Bahasa Provinsi Banten memiliki 10 kelompok kepakaran dan layanan profesional (KKLP) diantaranya adalah yaitu; KKLP Bidang Bahasa dan Hukum untuk memberikan pelayanan ahli bahasa di Peradilan dan Ahli bahasa perundang-undangan, dan memberikan pelayanan terkait pembinaan penggunaan bahasa di media (cetak, daring, dan ruang publik); KKLP Perlindungan Bahasa dan Sastra untuk bertanggung jawab terhadap perlindungan bahasa di wilayah masing-masing, melalui penelitian dan publikasi hasil penelitian terkait vitalitas, konservasi dan revitalisasi bahasa dan sastra daerah.

“KKLP Pengembangan Sastra untuk bertanggung jawab terhadap pengembangan sastra modern di wilayah masing-masing, melalui penelitian dan publikasi hasil penelitian dan pengembangan bahasa dan sastra kontemporer; dan KKLP Literasi untuk bertanggung jawab terhadap peningkatan minat baca masyarakat melalui program Gerakan Literasi Nasional (GLN),” ujarnya.

Ia menambahkan, dengan bahasa seseorang dapat menyatakan pikiran, keyakinan, kepercayaan, penilaian terhadap suatu gejala alam atau peristiwa yang sudah, sedang, atau akan dihadapi dalam hidupnya.

“Seperti menunjukan rasa sayang, cinta, penghargaan, simpati, empati, bujukan, hasutan, curiga, benci, permusuhan, perlawanan, penghinaan terhadap seseorang lainnya,” katanya.
Halimi juga berharap ditengah kemajuan teknologi untuk generasi milenial agar tidak melupakan bahasa Indonesia yang sudah diperjuangkan oleh para pahlawan terdahulu. “Utamakan bahasa Indonesia, peliharaan bahasa daerah dan kuasi bahasa asing,” harapnya. (satibi)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp