Pendidikan
Trending

IDRI Banten Gelar PKM Kolaborasi di Pulau Tunda

SERANG, BANTEN RAYA-Puluhan dosen se Banten yang tergabung dalam Ikatan Dosen Republik Indonesia (IDRI) Banten, melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) di Desa Wargasara, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang.

PKM ini diikuti sepuluh perguruan tinggi diantaranya adalah Universitas Primagraha (UPG) Serang; Politeknik PGRI Banten; Universitas Al Khairiyah (Unival) Cilegon; Universitas Bina Bangsa (Uniba); Universitas Serang Raya (Unsera); Universitas Sultan Ageng Tirtaysa (Untirta); STKIP Situs Banten; STMIK Insan Pembangunan Tangerang; Universitas Banten Jaya (Unbaja) dan STIE Banten.

Didi Wandi, selaku Pengurus IDRI Banten sekaligus Ketua Panitia Pelaksana PKM Kolaborasi ini mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan, pendampingan dan sosialiasi kepada masyarakat desa yang ada di Pulau Tunda.

“Kedatangan kami ke Pulau Tunda adalah untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, dimana agenda kegiatan yang akan kami lakukan adalah memberikan pelatihan, pendampingan dan sosialisasi kepada masyarakat tentang kewirausahaan dan kesehatan masyarakat,” ujar Didi Wandi yang juga tercatat sebagai Dosen STIE Banten, kemarin.

Didi mengaku, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan, dan pendampingan terhadap ibu-ibu yang memiliki banyak waktu luang untuk berwirausaha melalaui potensi alam yang ada di Pulau Tunda.

Sementara Kepala Desa Wargasara Hasim dalam sambutannya mengaku bersyukur dan berterimakasih kepada para dosen yang sudah berkunjung dan melihat secara langsung kehidupan masyarakat di Pulau Tunda.

“Kami berharap kedatangan bapak dan ibu dosen yang melaksanakan kegiatan PKM ini bisa membantu kesulitan warga masyarakat yang ada di desa kami. Kami sangat membutuhkan pelatihan, pembinaan dan pendampingan kewirasusahaan untuk ibu-ibu agar memiliki kegiatan yang bernilai ekonomis,” katanya.

Hasim menambahkan, ibu-ibu yang berada di desa ini sangat kesulitan untuk mengembangkan kegiatan ekonomi, karena tidak ada yang melatih dan mendampingi. “Disini kami memiliki banyak potensi alam yang bisa dikembangkan secara ekonomis yang dapat menghasilkan pendapatan bagi masyarakat. Namun karena tidak ada pembinaan dan pendampingan secara serius dari Pemerintah Kabupaten, kami merasa dianak tirikan keberadaannya di Pulau Tunda ini,” ujarnya mengeluh.

Sementara itu, Achmad Rozi El Eroy, Ketua IDRI Banten dalam sambutannya mengatakan, kedatangan para dosen yang berasal dari sepuluh perguruan tinggi di Banten ini bermaksud untuk bersilaturahmi dengan warga Pulau Tunda, sekaligus melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai tugas dan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap dosen. (satibi)

Related Articles

Check Also
Close
Back to top button
× Chat Via WhatsApp