Pendidikan

Ijazah Unbaja Diakui Perusahaan Asing

SERANG, BANTEN RAYA-Universitas Banten Jaya (Unbaja) tidak hanya konsen terhadap mutu pendidikan, namun ijazah yang dikeluarkan oleh Unbaja juga diakui oleh perusahaan asing. Hal tersebut disampaikan Rektor Unbaja Sudaryono.

Menurutnya, kurikulum Unbaja menyeimbangkan antara kemampuan hard skill dan soft skill. Kurikulum Unbaja tidak hanya memperbanyak teori, namun juga diimbangi dengan adanya praktik yang dilakukan mahasiswa di dalam kampus maupun di luar kampus dengan melakukan bekerjasama dengan dunia industri.

Dijelaskan Rektor Unbaja, peningkatan soft skill yang dilakukan oleh Unbaja diantaranya adalah dengan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam bidang komunikasi, kolaborasi dan kerjasama tim. Sedangkan peningkatan hard skill melakukan kerjasama dengan dunia industri untuk bisa memfasilitasi mahasiswa Unbaja untuk praktik.

“Oleh karena itu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menciptakan Program Kampus Merdeka, yang merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan mutu lulusan,” kata Sudaryono kepada Banten Raya di ruang kerjanya.

Ia juga mengaku, Unbaja juga memberikan surat pendamping ijazah yang merupakan hasil kerjasama dengan dunia industri tersebut. Sehingga banyak alumni Unbaja tersebar di lingkungan pemerintaha, bahkan bekerja sampai ke luar negeri.

Alumni sangat berperan dalam perkembangan Kampus Unbaja. Salah satunya adalah Rudi Hartono yang bekerja di North Oil Qatar sebagai Field Operations SIMOPS Coordinator. “Tidak hanya Mas Rudi, ada juga alumni yang mampu menciptakan cetak biru sistem komunikasi. Artinya kurikulum yang berimbang antara kemampuan soft skill dan hard skill yang dilakukan Unbaja, menciptakan lulusan yang mampu bersaing dalam dunia kerja di luar negeri,” ungkapnya.

Terpisah Rudi Hartono salah seorang alumni yang saat ini bekerja di Qatar melalui sambungan telepon mengaku bangga dan mengucapkan terima kasih kepada Unbaja. Unbaja sangat memberikan dukungan dalam meningkatkan kemampuan mahasiswanya.

Menurutnya, kegiatan belajar mengajar di Unbaja lebih menerapkan keseimbangan antara teori dengan praktik. Dengan banyaknya praktik, maka mahasiswa lebih banyak mendapatkan pengalaman. Hal tersebut sesuai dengan kebutuhan dunia industri di luar negeri, yaitu lebih membutuhkan pegawai yang paham teori dan banyak pengalaman. “Unbaja sangat mendukung itu semua,” imbuh alumni Tekbnik Industri Unbaja ini. (satibi)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp