Pendidikan

Itera Berguru ke Untirta

SERANG, BANTEN RAYA-Institut Teknologi Sumatera (Itera) melakukan kunjungan ke Kampus Sindangsari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). Kunjungan tersebut dalam rangka memperkaya pengetahuan kehumasan dan keprotokolan.

Rombongan Itera yang dipimpin oleh Sub Koordinator Humas Institut Teknologi Sumatera (Itera) Rudiansyah yang didampingi oleh tim sekretariat pimpinan Itera dan staf humas Itera disambut hangat oleh Kepala BAKP Untirta Mochamad Ganiadi, Koordinator Kelompok Jabatan Fungsional Perencanaan Roudohtul Janah beserta staf humas Untirta.

Sub Koordinator Humas Institut Teknologi Sumatera (Itera) Rudiansyah mengatakan, kunjungan ini bertujuan untuk memperkaya pengetahuan terkait kehumasan dan keprotokolan acara resmi yang dilaksanakan oleh Untirta, terutama pada peresmian kampus baru Untirta Sindangsari yang dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo belum lama ini.

Related Articles

Rudiansyah mengaku, keinginan belajar tersebut sangat didukung oleh Rektor Itera. “Pak Rektor sangat senang kami ingin belajar. Sangat mendukung stafnya belajar. Kami masih sangat muda dan butuh ilmu dari para senior yang berpengalaman. Terima kasih telah menerima kunjungan kami. Semoga kita dapat saling mendukung dan berkolaborasi,” katanya, kemarin.

Kepala BAKP Untirta Mochamad Ganiadi menyampaikan bahwa kunjungan Presiden ke kampus Untirta terasa bagaikan mimpi. Kesempatan baik tersebut ditanggapi secara serius oleh Untirta dengan menjunjung kerja sama tim yang baik dan fleksibilitas dalam berkoordinasi dengan semua pihak.

“Humas Untirta berdasarkan koordinasi Bu Dian dan Pak Angga dituntut keluwesan. Setiap perguruan tinggi memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang berbeda. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) punya SOP sendiri, DIKTI punya sendiri. Kalau protokol A dan B tidak setuju, kan (berpotensi menimbulkan) konflik. Nah, disitulah kita terapkan kerja sama tim dan fleksibilitas,” kata Ganiadi menjelaskan.

Tak hanya itu, Ganiadi menyampaikan solidaritas, etos kerja dan kepercayaan dalam pendelegasian tugas merupakan hal yang penting dalam bidang kehumasan. “Di humas ternyata yang dibutuhkan adalah teman-teman yang kompak, mau bekerja, fleksibel dan mau menerima masukan dari orang lain,” ungkapnya.

Ganiadi memaparkan lebih lanjut, bahwa demi menjaga keberlanjutan organisasi, suatu bidang tidak seharusnya terus-menerus dikuasai dan dikerjakan hanya oleh satu orang yang sama. Seseorang yang dianggap kompeten di bidang tersebut harus mampu membagikan ilmunya, dan menaruh kepercayaan terhadap orang lain. Sehingga organisasi selalu siap.

“Kalau kita sudah bisa mengerjakan sesuatu, pimpinan sudah mempercayai kita, timbul ego di dalam diri bahwa jika tidak ada saya, kegiatan tidak akan berjalan. Padahal, jaman sudah berubah. Jaman kini adalah jaman kolaboratif. Jadi, kita harus berkolaborasi. Kalau bisa spesialisasi itu tidak tergantung kepada satu atau dua orang, karena kalau orang itu tidak ada, nanti jadi terputus,” tegasnya.

Menyoal pengelolaan website resmi Untirta yang telah meraih Webometric Rank ke-46 tingkat nasional dari 4600 perguruan tinggi di Indonesia dan ke-3977 tingkat dunia dari 30.000 perguruan tinggi di dunia, Ganiadi mengungkapkan bahwa pihak universitas senantiasa berusaha merangkul unit-unit, fakultas-fakultas, bahkan mahasiswa Untirta yang memiliki dan mengelola websitenya sendiri untuk berkolaborasi, salah satunya dengan pertukaran informasi dan pencantuman link untuk meningkatkan akses ke website resmi www.untirta.ac.id.

“Begitu masyarakat membuka website Fakultas Teknik, tersedia link ke website Untirta. Akhirnya pengunjung mengakses dan bersatu di website universitas,” ungkapnya.

Ganiadi pun mengatakan bahwa akibat pandemi Covid-19, kebutuhan masyarakat untuk mengakses informasi secara daring meningkat, sehingga aktivitas pengunjung di website Untirta meningkat pula. (satibi)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp