Pendidikan

KBM Tatap Muka Awal Januari

SERANG, BANTEN RAYA-Kegiatan belajar mengajar (KBM) pada jenjang pendidikan SMK, SMK dan SKh bisa dilaksanakan awal Januari mendatang. Hal tersebut disampaikan Tabrani, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten.

Kepada Banten Raya, Tabrani menyampaikan sesuai dengan surat keputusan bersama (SKB) empat menteri, bahwa kegiatan belajar mengajar tatap muka diperbolehkan. Artinya, kegiatan belajar mengajar bisa dilaksanakan sesuai dengan perkembangan kasus Covid-19 di Provinsi Banten.

Ia mengaku, Provinsi Banten saat ini sedang mempersiapkan kegiatan belajar mengajar tatap muka, bahkan Gubernur Banten berkeinginan agar kegiatan belajar mengajar tatap muka bisa dilakukan awal Januari mendatang. “Namun hal tersebut bisa dilaksanakan, jika kasus Covid-19 di Provinsi Banten rendah,” kata Yabrani di ruang kerjanya.

Mantan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Banten ini menjelaskan, kegiatan belajar mengajar tatap muka tidak bisa dipaksakan, namun harus sesuai dengan perkembangan kasus Covid-19 di Provinsi Banten. “Hal tersebut bertujuan agar peserta didik atau sekolah tidak tidak menjadi klaster baru kasus Covid-19 di Provinsi Banten,” ujarnya.

Kendati demikian, lanjut tabrani, Dindikbud Banten terus melakukan sosialisasi kepada sekolah untuk mempersiapkan sejumlah protokol kesehatan, jika kebijakan kegiatan belajar mengajar tatap muka dilaksanakan di Provinsi Banten pada jenjang pendidikan SMA, SMK dan SKh.

Protokol kesehatan yang harus dipersiapkan sekolah, diantaranya adalah sekolah harus menyiapkan tempat cuci tangan dengan air mengalir di depan kelas, pihak sekolah memiliki thermo gun, pihak sekolah menyediakan handsanitizer dan pihak sekolah mengatur jarak tempat duduk peserta didik.

Selain itu, sambung Tabrani, pihaknya juga akan menunggu arahan dan izin dari satgas percepatan penanganan Covid-19 Provinsi Banten untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar tatap muka. Jika izin sudah keluar, maka Dindikbud Banten akan menerbitkan surat edaran agar sekolah melaksanakan kegiatan belajar mengajar tatap muka secara bertahap. “Artinya kami masih menunggu arahan Gubernur dan Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Banten,” imbuhnya.

Sebelumnya, Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, pada Desember ini kecenderungan penambahan pasien positif masih relatif tinggi. Belum terlihat ada tanda penurunan pasien. “Akan kita pertimbangkan kembali, akan kita tinjau. Kita enggak mau mencelakakan anak kita, jangan sampai beresiko bagi anak-anak kita,” katanya.

Untuk menghadapi jika tatap muka dilakukan, Gubernur mengaku sudah bicara dengan Dindikbud Banten. Ia meminta agar direncanakan swab untuk siswa sebelum belajar dimulai. (satibi)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp