Pendidikan
Trending

Pascasarjana Uniba Gelar Workshop Mendeley

SERANG, BANTEN RAYA-Untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam penulisan karya ilmiah, Pascasarnaja Universitas Bina Bangsa (Uniba) menggelar Workshop Mendeley. Kegiatan yang bertemakan Penggunaan Aplikasi Refrence Manager Mendeley sebagai manajemen Referensi Penulisan karya Ilmiah tersebut digelar secara hibrid.

Basrowi, salah seorang pembicara dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa Mendeley adalah program komputer dan web yang dikembangkan Elsevier untuk mengelola dan berbagi makalah penelitian, mencari data penelitian dan bekerjasama secara daring.

Ia menjelaskan, sistem operasai Mendeley adalah lintas platform. Dilihat dari jenisnya, aplikasi Mendeley merupakan perangkat lunak menejemen referensi, perangkat lunak social untuk penulisan karya akademik yang dikembangkan oleh Elsevier.

“Singkat kata, Mendeley merupakan perangkan lunak (software) untuk melakukan pengolahan/manajemen referensi,” katanya, kemarin.

Dengan aplikasi ini, lanjutnya, dapat membantu para peneliti untuk melakukan sitasi dan mengelola referensi (daftar pustaka) dengan mudah. Selain itu, Mendeley juga memiliki fitur-fitur yang dapat mendukung peneliti berkolaborasi, membuat grup penelitian dan statistik.

Menurutnya, mahasiswa Magister MM Uniba harus menguasai aplikasi tersebut, yang harus digunakan pada saat menyusun proposal tesis, menyusun tesis, hingga membuat naskah jurnal (nasional dan internasional).

Sementara itu, Kaprodi Pascasarjana MM, bambang Dwi Suseso mengatakan, bahwa selama ini metode penulisan referensi dilakukan secara manual, tetapi begitu dikirim kejurnal yang sudah terakreditasi sinta, khususnya sinta 2, maka penulis wajib mengubah model penulisan referensi harus menggunakan aplikasi Mendeley.

“Untuk itu, akan lebih bagus, manakala sejak awal, mahasiswa sudah harus menggunakan aplikasi penulisan referensi berbasis Mendeley,” katanya.

Menurutnya, dengan penggunaan aplikasi Mendeley, mahasiswa juga dapat mencari rujukan jurnal internasional yang terindek Scopus dan jurnal bereputasi internasional lainnya, dengan cepat, khususnya jurnal hasil penelitian terdahulu yang sesuai dengan penelitian.

“Mahasiswa Uniba harus mempunyai keahlian yang lebih tinggi dibandingkan mahasiswa MM di perguruan tinggi lain,” imbuhnya. (satibi)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp