Pendidikan
Trending

PELITA Fasilitasi Penelitian Internasional

SERANG, BANTEN RAYA-Tim Pusat Layanan Internasional Untirta (PELITA) terlibat dalam fasilitasi kegiatan penelitian internasional Gender Equality, pada bidang pembelajaran bahasa Inggris (English Language Teaching) selama 18 bulan mendatang.

Viana, Associate Professor in Education di University of East Anglia, UK menyampaikan, projek penelitian internasional ini melibatkan 10 negara yang masuk dalam kategori Official Development Assistance (ODA), yaitu negara-negara yang menjadi prioritas bantuan pendanaan untuk peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat seperti Bangladesh, Botswana, Brazil, China, Colombia, Indonesia, Morocco, Philippines, Ukraine dan Vietnam.

Projek penelitian dengan tema ‘Gender-ing ELT: International perspectives, practices, policies’ ini, diketuai oleh Vander Viana dari University of East Anglia, UK yang didampingi oleh peneliti utama lainnya yaitu Aisling O’Boyle yang merupakan dosen senior di Queen’s University Belfast, UK.

“Penelitian internasional ini didanai oleh British Council melalui skema Widening Participation Research Grants,” katanya, kemarin.

Ia mengaku bahagia karena bekerja bersama tim dari kesepuluh negara. Dalam konteks pembelajaran bahasa Inggris, isu gender masih relatif kurang tereksplorasi dan karenanya menjadi kesempatan yang baik untuk memicu perubahan sosial secara bottom-up yang juga sekaligus mendukung United Nations’ Sustainable Development Goal 5.

Di lokasi yang sama, Udi Samanhudi, CO-Investigator untuk wilayah Indonesia menyatakan bahwa kegiatan penelitian bersama ini akan melibatkan dosen dalam bidang pendidikan bahasa Inggris terutama di lingkungan Untirta, mahasiswa, guru, orangtua.

Selain itu, lanjutnya, PELITA juga melibatkan pemangku kebijakan seperti kepala dinas pendidikan, dengan fokus menggali dan memahami dengan lebih baik perspektif mereka terkait dengan isu gender.

Menurutnya, projek ini juga sekaligus untuk membantu meningkatkan kesadaran publik terkait dengan isu kesetaraan gender (gender equality) di kesepuluh negara yang terlibat dalam penelitian internasional ini.

“Selain dari British Council, projek ini juga mendapatkan dukungan penuh dari lembaga penelitian internasional yang berada di masing-masing negara anggota,” ujar Udi yang juga menjabat sebagai Kepala PELITA.

Sementara itu, Marie, Kepala The National Research Council of The Philippines (NRCP) mengaku sangat mendukung projek penelitian ini. Menurutnya, projek penelitian yang berfokus pada isu gender, terutama dalam dunia pembelajaran bahasa Inggris yang masih cukup langka dilakukan di Philippine, akan mampu memantik peneliti dari disiplin ilmu lain untuk melakukian kajian serupa.

Terkait dengan mulai dilaksanakannya kegiatan penelitian internasional ini, Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa H. Fatah Sulaiman sangat menyambut baik dan mendukung penuh projek penelitian internasional ini.

Ia berharap kegiatan ini mampu membuka jejaring kerjasama internasional jenis lainnya, terutama dengan kesepuluh negara yang terlibat dalam projek ini. (satibi)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp