Pendidikan
Trending

Perpustakaan Berbasis Inklusi Dinilai Mampu Menciptakan Kesejahteraan

SERANG, BANTEN RAYA-Inklusi adalah sebuah pendekatan yang berguna untuk mengembangkan dan membangun sebuah lingkungan yang bersifat terbuka. Sedangkan, lingkungan inklusi adalah lingkungan social masyarakat yang terbuka, ramah, meniadakan hambatan dan menyenangkan, karena setiap warga masyarakat tanpa terkecuali saling menghargai dan merangkul setiap perbedaan.

Hal tersebut disampaikan Yuli Asmawati, salah seorang pembicara dalam kegiatan Bimtek Strategi Pengembangan Perpustakaan-Teknologi, Informasi dan Komunikasi yang digelar Perpustakaan Nasional di salah satu hotel di Kota Serang.

Menurutnya, terbuka dalam konsep lingkungan inklusi, berarti semua orang yang tinggal, berada dan beraktivitas dalam lingkungan tertentu, missal sekolah, perpustakaan atau pun kelompok masyarakat, merasa aman dann yaman mendapatkan hak dan melaksanakan kewajibannya.

“Maka akan terciptanya masyarakat sejahtera melalui transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial,” katanya, kemarin.

Sementara itu, Chairunnisa, salah seorang panitia menyampaikan, saat ini Provinsi Banten menambah lagi jumlah kabupaten yang turut serta dalam program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Perpustakaan Nasional RI.

Setelah Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Pandeglang kemudian Kabupaten Serang pun bergabung. Tahun 2021 ini, Provinsi Banten menambah tujuh desa yang berasal dari keempat kabupaten, yaitu Desa Parigi, Desa Majasari, Desa Pelawad, dan Desa Tanjungsari Kabupaten Serang, Desa Cikareo Kabupaten Tangerang, Desa Sawarna Timur Kabupaten Lebak, Desa Bayu Bantar Kabupaten Pandeglang bergabung dalam program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.

“Bimtek ini dimulai tanggal 14 sampai dengan 18 Juni 2021 dengan menerapkan proses yang ketat. Seluruh peserta yang hadir wajib membawa hasil swab antigen,” ujarnya.

Katanya, bimtek ini adalah pembekalan bagi seluruh pengelola perpustakaan desa. Dalam bimtek ini pengelola perpustakaan desa dikenalkan bahwa perpustakaan desa bukan hanya bertugas menyediakan bahan bacaan tapi juga dapat berperan sebagai pendorong meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

“Ada tiga strategi program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial yang dikenalkan oleh Master Trainer Nasional kepada pengelola perpustakaan desa; Peningkatan layanan informasi perpustakaan, peserta diajarkan bahwa perpustakaan harus membuat masyarakat tertarik datang ke perpustakaan caranya dengan meningkatkan fasilitas perpustakaan; kemudian, melakukan kegiatan perpustakaan yang melibatkan masyarakat, perpustakaan menjadi tempat belajar keterampilan.

“Terakhir adalah advokasi dan bekerjasama, perpustakaan menggandeng pihak lain untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat,” imbuhnya. (satibi)

Related Articles

Check Also
Close
Back to top button
× Chat Via WhatsApp