Pendidikan
Trending

STIH Painan Klaim jadi Korban SK Palsu

JAKARTA, BANTEN RAYA- Yayasan Pendidikan Kesejahteraan Masyarakat (YPKM) Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Painan membenarkan bahwa saat ini pihaknya mengurus izin baru untuk mengajukan Universitas Painan. Hal tersebut disampaikan Kuasa Hukum STIH Painan Rohmatullah.

Menurutnya, dalam pengajuan surat keputusan baru tersebut, pihaknya telah menempuh sejumlah persyaratan sesuai dengan prosedur yang berlaku. “Artinya kami sudah menempuh prosedur yang berlaku, dari kelengkapan surat ijin yayasan, maupun surat lain yang menunjang terbitnya SK tersebut,” kata Rohmatullah melalui siaran persnya kepada Banten Raya, kemarin.

Ia menjelaskan, tahapan prosedur itu dilakukan karena diminta oleh orang yang mengaku bagian dari pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti). Nahasnya, ternyata SK yang diterbitkan itu adalah SK palsu.

Berselang beberapa hari usai meneriman SK itu, Tim EKA besutan Kelembagaan dan Biro Hukum Dikti mengirimkan surat untuk menginvestigasi dan mengecek kebenarannya terkait SK palsu yang diterbitkan. “Pada pertemuan itu, juga dihadirkan oknum yang mengaku pegawai Dikti berinisial NP,” ujarnya.

Dalam penjelasannya didepan perwakilan YPKM dan Tim EKA, NP mengaku, bahwa dalam pengurusan SK ini, tidak ada keterlibatan dari YPKM maupun pengurus lain. Bahkan, dari pengakun NP kepada Tim Eka terungkap ada keterlibatan orang dalam Dikti atas penerbitan SK palsu ini. Namun, NP menolak untuk memberikan identiitas oknum yang dimaksud.

“Setelah didesak Tim EKA, NP pun menyebutkan inisial nama oknum pegawai Dikti yang terlibat yaitu berinisial R dan AW, dan berbicara hanya empat mata dengan salah satu Tim EKA. Beberapa jam setelah pertemuan empat mata dengan NP, Tim EKA meninggalkan kampus dengan tidak memberikan berita acara hasil dari kunjungan tersebut,” ujarnya.

Kemudian, kata Rohmatullah, pihak STIH Painan mencoba menanyakan pada Biro Hukum Dikti apa hasil investigasi sekaligus untuk klarifikasi. “Tapi, Biro hukum Dikti justru melakukan tindakan yang tidak bijaksana, yaitu dengan melaporkan Ketua Yayasan dan Ketua STIH Painan. Padahal dengan jelas pelaku pembuat SK palsu itu ada, dan bertemu dengan TIM EKA. Lantas kenapa pihak STIH Painan dalam hal ini Ketua Yayasan dan Ketua STIH Painan selaku korban, olah Biro Hukum Dikti dijadikan terlapor!,” tegasnya.

“Sementara pengakuan secara lisan dan tertulis dari pelaku pembuat SK palsu itu sudah ada, namun kenapa bukan orang itu yang dilaporkan oleh Biro Hukum Dikti?;” tanya Rohmatullah.
Kejanggalan lain menurut Rohmatullah, dengan terbitnya berita online yang menjelaskan bahwa polisi telah menetapkan lima orang tersangka dalam SK palsu ini, diantaranya adalah Ketua STIH Painan.

“Padahal Ketua STIH Painan belum ada menerima pemberitahuan dari kepolisian mengenai status tersangka itu. Jadi, ada indikasi bahwa berita yang terbit dan telah meresahkan staff, dosen, mahasiswa dan mengundang perhatian publik tersebut, merupakan berita pesanan dari pihak tertentu yang sesungguhnya itu adalah berita fitnah,” tegasnya.

Dengan adanya pemberitaan tersebut, pihak STIH Painan telah memberikan keterang pers terkait SK palsu tersebut ke kalangan mahasiswa, alumni dan masyarakat untuk menanggapi beredarnya berita dibeberapa media pada Kamis (29/4) lalu.

Dalam release berita itu, jajaran STIH Painan menegaskan bahwa mengenai SK palsu Universitas Painan, tidak ada kaitan dengan STIH Painan. “Agar mahasiswa, alumni dan masyarakat tidak menerka-nerka atau berspekulasi mengenai berita tersebut,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Rohmatullah juga menyampaikan pesan dari pinpinan STIH Painan kepada seluruh civitas akademika STIH Painan, agar tidak resah terkait adanya pemberitaan mengenai SK palsu ini. Sebab, STIH Painan itu telah sah dimata hukum (legal) dan tidak bermasalah.

“Mahasiswa dan alumni bisa mengecek nama di pddikti.kemdikbud.go,id dengan kode 043329 dan web stih-painan.ac.id dengan Nomor SK pendirian PT: 29/E/O/2012, pada tanggal 26 Januari 2012,” tutupnya. (*/satibi)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp