Pendidikan

Unbaja jadi Tuan Rumah Pelatihan Vokasi

SERANG, BANTEN RAYA-Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan mendukung Program Kota Tanpa Kumuh, Lembaga Pengembangan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Universitas Banten Jaya (Unbaja) melakukan kerjasama dengan Direktorat Jendral Cipta Karya Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam bidang pendidikan vokasi.

Perlu diketahui, Progra, Kota tanpa Kumuh merupakan satu satu program strategis Direktorat Jendral Cipta Karya Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam mempercepat penanganan pemukiman kumuh di Indonesia.

Rektor Unbaja Sudaryono dalam sambutannya menyampaikan, untuk mendukung program tersebut, LP3M Unbaja menjadikan salah satu mitra kerja Direktorat Jendral Cipta Karya Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam bidang penyelenggaran pelatihan vokasi tukang bangunan.

“Pelatihan ini khusus untuk klaster Kota Serang, Kabupaten Lebak dan Pandeglang. Adapun pelatihannya sendiri dilakukan di Kampus II Universitas Banten Jaya, Jalan Syech Nawawi Albatani Provinsi Banten,” kata Rektor Unbaja.

Ia mengaku, pelaksanaan pelatihan vokasi dilakukan dengan membekali peserta materi teori (indoor) dan praktek (outdoor) selama 4 hari, dengan menjalankan standar protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.

Sementara itu, Ketua Yayasan Banten Jaya Berkarakter H. Subai menyampaikan, adapun narasumber sebagai instruktur dari Dosen Unbaja Program Studi Teknik Sipil, yang telah memiliki sertifikat instruktur pembekalan sertifikasi bidang konstruksi.

“Pelatihan ini tidak sekedar pelatihan tukang bangunan, melainkan juga akan diselenggarakan pelatihan produksi bahan bangunannya, seperti pengerjaan kusen dan daun pintu yang rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 20 sampai dengan 23 Desember 2020 mendatang,” ujarnya.

Secara parallel, lanjutnya, setelah pelatihan tukang bangunan selesai. Dari pelatihan ini pihaknya berupaya memberikan keterampilan pada masyarakat, dengan harapan semoga menjadikan  konstribusi pada peningkatan keterampilan dan terus berkelanjutan.

“Sehingga penanganan pemukiman kumuh di Provinsi Banten dapat segera diatasi. Saya juga berharap tukang ayang ada di Provinsi Banten bisa lebih berkualitas,” harapnya. (satibi)

Related Articles

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
× Chat Via WhatsApp
%d bloggers like this: