Pendidikan
Trending

Untirta dan Kwarda Banten Teken MoU

SERANG, BANTEN RAYA-Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) H. Fatah Sulaiman, dan Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Provinsi Banten H. Mohammad Masduki melakukan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama dalam bidang tri dharma perguruan tinggi, tri bina gerakan pramuka dan bidang kegiatan pembinaan kemahasiswaan dengan penguatan pendidikan karakter melalui gerakan pramuka, kemarin.

Rektor Untirta H. Fatah Sulaiman menganggap kerja sama ini penting untuk menguatkan aktivitas tri dharma perguruan tinggi yang selama ini dilaksanakan Untirta. “Tentu saya sudah melihat komitmen bersama yang dituangkan dalam MoU,” kata Rektor Fatah.

Ia menilai, kerjasama ini sangat strategis dan penting, terutama untuk penguatan aktivitas tri dharma perguruan tinggi yang terapkan dengan mandatory Kampus Merdeka. “Mudah-mudahan menghasilkan kegiatan yang menempa sumber daya manusia yang unggul sesuai dengan karakter yang telah menjadi komitmen,” ujarnya.

Senada disampaikan Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Provinsi Banten H. Mohammad Masduki, pentingnya meningkatkan kualitas untuk mewujudkan tujuan gerakan Pramuka untuk mewujudkan tujuan gerakan Pramuka, yakni membentuk insan-insan Pramuka beriman dan bertakwa, berbudi pekerti luhur, berakhlak mulia, sopan, santun dan taat hukum.

Ia pun menekankan bahwa pembina Pramuka haruslah sesuai dengan kriteria-kriteria khusus dan dipadukan dengan ketentuan-ketentuan yang ada di perguruan tinggi. “Berbicara bagaimana Pramuka ke depan, tetap yang harus kita bina adalah meningkatkan kualitas. Di Untirta inilah kami harapkan ada kader-kader pembina yang bisa membina anak-anak bangsa,” katanya.

Pekerjaan bersama saat ini, lanjut mantan Wakil Gubernur Banten tersebut, adalah bagaimana ke depannya di Untirta bisa betul-betul ditampilkan suatu aktivitas gerakan Pramuka yang bisa mendidik calon Pembina Pramuka, karena pada dasarnya gerakan Pramuka mendukung dan membantu program-program pemerintah dalam rangka menciptakan anak-anak yang berkarakter.

Masih kata Masduki, bahwa keterbatasan gugus depan dalam membina banyak mahasiswa dapat disiasati dengan membentuk racana-racana dan ambalan-ambalan di Untirta. “Gugus depan kan cuma satu, jadi tidak mungkin bisa menangani begitu banyaknya mahasiswa. Oleh karena itu, kami akan mencoba mensiasati agar di setiap kampus atau fakultas ada racana-racana dan ambalan-ambalan yang bisa kita gerakan untuk bisa beraktivitas,” tegasnya. (satibi)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp