Politik
Trending

Mardiono Bakal Turun Gunung di 2024, Sebut Banten harus Dipimpin oleh Anak Muda dan Orang Visioner

SERANG, BANTEN RAYA – Ketua Majelis Pertimbangan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Mardiono memastikan akan turun gunung ke Banten di Pemilu 2024 mendatang. Salah satu misinya adalah mengembalikan suara PPP yang sempat tergerus pasca kasus tertangkapnya Ketua Umum PPP Romahurmuziy 2019 lalu.

Saat itu, PPP yang sempat mendapatkan empat kursi di DPR RI dari dapil Banten tersisa tinggal satu kursi. Selain itu, PPP juga tak mendapatkan kursi pimpinan di DPRD Banten karena suara yang ikut turun.

“Saya pernah dulu memimpin Banten ini alhamdulillah menaikkan elektabilitas PPP. Dari lima kursi naik jadi delapan kursi (DPRD Banten). Kabupaten kota juga naik. Saya berharap nanti 2024 insya Allah saya turun gunung ke Banten secara politik. Mohon bantuannya,” kata Mardiono saat ditemui di Le Semar Hotel, Kota Serang, Selasa (23/3/2021). Mardiono datang ke Kota Serang untuk melaksanakan tugasnya sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Ia kemarin menemui sejumlah sesepuh Banten untuk mendengarkan aspirasi antara lain KH Wahab Afif, Prof HMA Tihami, dan Abuya Munfassir.

“Pokoknya PPP kan dari dulu dapat tiga dapil. Satu, dua, tiga kan isi semua. Dulu kan ada Pak Dimyati (Dimyati Natakusumah), Pak Irgan (Irgan Chairul Mahfuz), Kartika (Kartika Yudhisti). Malah pernah dapat empat kan sama Bu Irna (Irna Narulita) juga. Sekarang kan cuma dapat satu. Target saya mengembalikan ke tiga kursi di DPR RI. Untuk dapat itu saya mesti turun gunung lagi untuk Banten,” kata Mardiono.

Mardiono sendiri tidak mempermasalahkan perhelatan pemilihan yang akan berbarengan di semua jenjang mulai dari pemilihan presiden, pemilihan legislatif, hingga pemilihan kepala daerah. “Beratnya dari sisi apa. Tapi kan ada meringankan dari sisi beban biaya negara. Yang kedua dari energi rakyat, itu juga hemat. Jadi enggak terus bersambung ini habis pemilihan walikota bupati, besok pemilihan gubernur, kemudian juga pemilihan presiden,” kata dia.

Meski demikian, penyelenggara KPU harus bekerja ekstra. “Tapi dari sisi keuntungan kepada masyarakat itu tinggi. Biaya dan energi masyarakat tidak terkuras. Jadi energi masyarakat yang sekarang masih lemah mudah-mudahan nanti sudah kuat dan energinya bisa digunakan untuk yang lain,” katanya.

Sementara itu terkait dengan Pilgub Banten, Mardiono meyakini harus ada perubahan. Banten yang menyandang ring satu ibukota negara, kata dia dituntut lebih kreatif, pembangunan harus lebih dipercepat, dan harus ada lompatan-lompatan yang tidak standar.

“Banten harus mengejar ketertinggalan, bahkan cita-cita saya, Banten harus sama dengan Jakarta. Karena seluruh fasilitas, instrumen Banten sama dengan Jakarta. Makanya Banten enggak boleh biasa-biasa,” kata dia.

Pun juga dengan pemimpinnya. “Nah ini butuh pemimpin yang inovatif, kreatif, visioner dan mengabdikan dirinya. Betul-betul sisa hidupnya dihibahkan untuk Banten. Ke depan makanya carilah pemimpin-pemimpin yang bisa mewujudkan mimpi-mimpi itu,” kata dia.

Saat ditanya minatnya ikut dalam kontestasi pilgub, Mardiono mengatakan bahwa ia sudah terlalu tua. “Kalau bisa anak-anak muda. Tapi nanti kita lihat. Namanya juga politik. Yang tua alternatif akhir lah. Yang tua balik lagi kalau yang muda sudah tidak ada yang jalan,” kata Mardiono. (fikri)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp