NasionalPolitik
Trending

Survei SMRC: Dukungan pada Prabowo Cenderung Stagnan dalam 6 Tahun Terakhir

JAKARTA, BANTEN RAYA – Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menggelar survei opini publik nasional. Hasilnya, menunjukkan dukungan pada Prabowo Subianto cenderung stagnan dalam 6 tahun terakhir. Perolehan dukungan padanya di angka sekitar 20 persen.

Hal tersebut disampaikan Manajer Program SMRC Saidiman Ahmad dalam rilis hasil penelitian bertajuk “Partai Politik dan Calon Presiden: Sikap Pemilih Dua Tahun pasca Pemilu 2019” yang diselenggarakan secara daring dari Jakarta, Minggu (13/6/2021).

Dikatakannya, survei nasional ini dilakukan pada 21-28 Mei 2021. Tim peneliti mewawancarai langsung 1.220 responden berusia 17 tahun ke atas di seluruh Indonesia dengan mematuhi protokol kesehatan. Responden dipilih melalui metode multistage random sampling. Response rate atau responden yang dapat diwawancarai secara valid sebesar 1.072 atau 88 persen.

“Sebanyak 1.072 responden ini yang dianalisis. Margin of error penelitian diperkirakan 3,05 persen,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima bantenraya.com, Minggu (13/6/2021).

BACA JUGA: Survei SMRC: Bila Pilpres Dilakukan Sekarang, Prabowo Subianto Unggul

Menurut Saidiman, dukungan pada Prabowo yang cenderung stagnan terlihat dalam pertanyaan semi terbuka pilihan presiden yang dilakukan SMRC dari Oktober 2015 sampai yang terbaru Mei 2021. Pada Oktober 2015, perolehan dukungan Prabowo sekitar 20,3 persen. Setelah itu, perolehan dukungan pada Prabowo tampak turun-naik. Berikut rinciannya:

– Desember 2015: 21,2%.

– Maret 2016: 17,9%.

– Juni 2016: 15,3%.

– Oktober 2016: 14,3%.

– November 2016: 18,2%.

– Januari 2017: 17,3%.

– Mei 2017: 23,9%.

– September 2017: 18,7%.

– Desember 2017: 18,5%.

– Januari 2018: 16,0%.

– Mei 2018: 23,8%.

– Maret 2020: 19,5%.

– Oktober 2020: 21,8%.

– Maret 2021: 20,0%.

– Mei 2021: 21,5%.

“Elektabilitas Prabowo tidak banyak berubah secara signifikan dalam 6 tahun terakhir,” ungkapnya.

Saksikan Podcast Meja Redaksi di Banten Raya Channel

Sebagai pembanding, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan justru memperoleh dukungan yang signifikan dalam simulasi yang sama, terutama sejak 2020. Ganjar, misalnya, baru memperoleh dukungan 6,9 persen pada Maret 2020. Namun, dalam 3 survei setelahnya terlihat mengalami kenaikan. Pada Oktober 2020 naik menjadi 8,2 persen, Maret 2021 naik sedikit 8,8 persen, dan Mei 2021 naik 12,6 persen.

“Sementara perolehan dukungan pada Anies di Maret 2020 10,1 persen, Oktober 2020 7,7 persen, Maret 2021 11,2 persen, dan Mei 2021 12,0 persen,” tuturnya. (*/dewa)

Related Articles

Back to top button