Selebriti

Perankan Susi Susanti, Laura Basuki Bersyukur Mendapat Apresiasi Besar

JAKARTA, BANTEN RAYA – Satu dekade berlalu, Laura Basuki mendapatkan Piala Citra kedua. Ibu satu anak itu diganjar penghargaan Pemeran Utama Perempuan Terbaik dalam Festival Film Indonesia (FFI) 2020 bulan lalu. Laura menang berkat perannya sebagai Susi Susanti di film Susi Susanti: Love All. Piala pertama diperolehnya pada FFI 2010 untuk film 3 Hati, 2 Dunia, 1 Cinta. 

Peran sebagai Susi Susanti juga mengantarkan Laura meraih gelar Pemeran Utama Wanita Terbaik di ajang Indonesian Movie Actors Awards 2020 pada Juli tahun lalu. Kemenangan itu tidak terlepas dari kerja kerasnya saat persiapan dan syuting pada 2018. Ketika ditawari untuk memerankan atlet badminton peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 itu, Laura langsung antusias. ’’Kapan lagi bisa memerankan sosok se-legend Ci Susi. Kesempatan kayak gini nggak datang dua kali lho,’’ ujar aktris 32 tahun tersebut dalam jumpa pers virtual kemarin (5/1/2021).

Susi Susanti adalah proyek yang benar-benar baru bagi Laura. Selain kali pertama bermain di film biopik, Laura juga kali pertama memerankan sosok nyata yang hingga kini masih hidup. ’’Banyak tantangan, tapi paling membekas di ingatan,’’ katanya.

Berakting sebagai atlet, Laura tak hanya dituntut menguasai olah emosi dan mimik wajah. Dia juga harus menguasai permainan dan teknik badminton sejago Susi. Karena itu, sebagai salah satu persiapan, Laura berlatih badminton dengan pelatih Susi semasa aktif sebagai atlet. ’’Padahal, saya itu nggak pernah benar-benar bisa main badminton. Cuma asal pegang raket aja. Haha…,’’ ungkapnya.

Soal karakter, Laura mengaku sangat berbeda dengan Susi. Dia menggambarkan Susi sebagai pemimpi dan punya ambisi untuk mengejarnya. Sementara itu, Laura mengaku sebagai sosok yang menunggu mimpi datang padanya. ’’Ci Susi optimistis banget, aku pesimistis banget,’’ ucapnya, lalu tertawa. 

Laura mengakui, periode latihan dan persiapan sebelum memerankan Susi adalah yang terlama sepanjang karir aktingnya. Persiapan berlangsung 6 bulan. Hari-hari diisi dengan latihan fisik yang berat. ’’Seminggu latihan lima kali. Mulai badminton, nge-gym, sampai latihan buat split. Pokoknya, saya harus kuasai kelincahan, kelenturan, sama kecepatan,’’ paparnya.

Laura bahkan ikut Susi dan suaminya, Alan Budikusuma (diperankan Dion Wiyoko di film), menonton pertandingan bulu tangkis di Istora Senayan. Laura mau tahu atmosfer pertandingan bulu tangkis. Dia juga mengobrol intens dengan Susi untuk mencari tahu pergumulan hati dan emosinya saat menghadapi momen penting. Misalnya, ketika menerima medali emas di Barcelona atau hendak bertanding di Atlanta. 

Saat berakting, Laura mengaku tak punya ambisi apa-apa. Dia tak berharap filmnya bakal laris atau menang penghargaan. ’’Pas itu fokus saya cuma satu, gimana caranya biar saya nggak pingsan atau kena tifus ketika akting,’’ tutur Laura, teringat masa-masa latihan nan berat untuk berperan sebagai atlet.

Hasilnya, Laura sangat memukau sebagai Susi. Latihan berbulan-bulan dan kemampuan mengolah emosi saat berakting membuatnya mampu menghidupkan karakter Susi. Susi dan Alan pun turut bangga. Mereka langsung memberikan selamat kepada Laura begitu sang aktris diumumkan sebagai pemenang di FFI 2020.

Kini, Susi Susanti telah ditayangkan di kanal streaming Disney+. Bahkan, produser Daniel Mananta menyebut film karya Sim F itu sudah dilirik sejumlah distributor internasional untuk ditayangkan di luar negeri. ’’Pas itu, kami ikut film market di Cannes Film Festival. Ada yang dari Mongolia, Kanada, sama Spanyol. Yang dari Spanyol sampai nangis lho pas lihat trailer-nya,’’ papar Daniel. 

Dengan tayang di platform dan adanya kemungkinan tayang di luar negeri, Laura merasa terhormat. Sebab, film yang dibintanginya bisa dilihat dan menginspirasi banyak orang. ’’Apalagi dengar ada yang nangis. Wah, saya bersyukur bisa diapresiasi sebesar itu,’’ imbuh Laura, yang kini ketagihan nonton badminton. (jpg)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp