Uncategorized
Trending

Alasannya Susah Cari Kerjaan, Terus Jadi Pencuri Spesialis Pecah Kaca Mobil, Akhirnya Pada Pincang Ditembak Polisi

SERANG, BANTEN RAYA – Kawanan pencuri spesialis pecah kaca mobil yang berjumlah empat orang ditembak polisi saat proses penangkapan. Mereka adalah Ibrahim (32), Usman (30), Fulsen Syah Putra (33) dan Asnadir (32). Empat sekawan ini berasal dari Kayu Agung, Kecamatan Parigi, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Palembang. Mereka tercatat telah 15 kali beraksi di sejumlah wilayah di Banten dan beberapa kali di daerah Jawa Tengah dan Sumatera.

Kasat Reskrim Polres Serang Kota AKP Mochamad Nandar mengatakan, pengungkapan kasus pecah kaca tersebut, terungkap setelah kepolisian mendapatkan laporan Martha Ukhit Mukit pada 1 Desember 2020. Pelaku berhasil membawa kabur 1 unit laptop yang tersimpan di dalam mobil.

“Peristiwa yang terjadi di Jalan Ki Ajurum, Kecamatan Cipocok Jaya itu terekam CCTV. Pelaku menggunakan sepeda motor Satria F,” katanya kepada Banten Raya, Senin (22/2).

Nandar mengungkapkan, berdasarkan bukti CCTV itu, kepolisian berhasil mengidentifikasi ciri-ciri pelaku. Setelah dilakukan penyelidikan sejak Desember 2020 hingga 21 Februari 2021, pelaku terpantau di wilayah Kota Cilegon.

“Hari Minggu kita berhasil menangkap satu orang (Asnadir) di Cilegon. Kemudian langsung kita kembangkan dan menangkap ketiga pelaku lainnya di sebuah kontrakan di Kota Cilegon,” ungkapnya.

Nandar menjelaskan, keempat pelaku terpaksa ditembak karena berusaha menyerang anggota Reksrim dengan menggunakan pisau. Dalam penggeledahan, ditemukan sejumlah barang bukti, di antaranya puluhan kartu ATM, tas dan alat yang digunakan untuk memecahkan kaca.

“Saat diperiksa, keempatnya mengaku sudah 15 kali beraksi di Banten. Tujuh TKP (tempat kejadian perkara) di Kota Serang, Pandeglang dua TKP, Cilegon dua TKP, Rangkasbitung empat TKP. Di TKP Cipocok hanya Laptop, di Pandeglang ratusan juta (berhasil mencuri),” jelasnya.

Selain di Banten, keempat pelaku juga beraksi di sejumlah daerah lainnya seperti Palembang dan Cilacap. Komplotan asal Palembang ini telah beraksi sejak tahun 2018 lalu.

“Modus pelaku saat mencuri adalah mencongkel pintu mobil, jika tidak berhasil pelaku memecahkan kaca mobil dengan menggunakan cincin yang sudah dimodifikasi, Sasarannya mobil yang sedang diparkir atau ditinggal pemiliknya dan warga yang pulang dari bank,” tambahnya.

Nandar mengungkapkan, keempat pelaku memiliki peran masing-masing. Fulsen Syah Putra dan Asnadir mencari sasaran. Sementara Ibrahim dan Usman sebagai eksekutor.

“Dua orang pengangguran dan dua orang profesinya sebagai sopir grab. Kita masih melakukan pengembangan, karena semua barang hasil kejahatan langsung dikirim ke Palembang,” ungkapnya.

Nandar menegaskan, dalam kasus ini keempat sekawan itu akan dikenakan pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencurian dan pemberatan, dengan ancaman hukuman pidana selama 7 tahun penjara.

“Saya mengimbau kepada pengendara agar tak menaruh barang-barang berharga di dalam mobil. Sebaiknya, parkirlah kendaraan di tempat yang masih bisa terpantau,” tegasnya.

Sementara itu, Asnadir mengaku nekat menjadi pelaku pecah kaca karena kesulitan mencari pekerjaan di Palembang, sehingga dia bersama 3 teman sekampungnya mencari jalan pintas dengan menjadi pelaku kejahatan.

“Sulit cari kerjaan di Palembang. Sasarannya yang di parkiran, kita random (sasaran kejahatan) aja,” katanya.

Asnadir menjelaskan, selain uang, jika berhasil mendapatkan barang bernilai ekonomi, barang hasil kejahatan tersebut langsung dikirim ke Palembang untuk dijual ke penadah. “Di sini gak ada yang beli, jadi dijual ke Palembang,” jelasnya. (darjat/rahmat)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp