DaerahKesehatanPemprov BantenUncategorized
Trending

Waspada Timbulnya Penyebaran Covid-19 dari Klaster Bencana

SERANG, BANTEN RAYA – Pemprov Banten memberikan perhatian khusus terhadap skema evakuasi korban bencana yang belakangan kerap terjadi di Banten. Hal itu dilakukan agar kegiatan pertolongan warga terdampak itu tidak memicu timbulnya penyebaran Covid-19 berupa klaster bencana.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten Nana Suryana mengatakan, meski saat ini terjadi pandemi namun kegiatan penanganan bencana harus tetap dilakukan. Pastinya, ada sejumlah ketentuan yang mesti diperhatikan.

“Saat evakuasi hingga pengungsian, harus tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes). Tidak bisa dilakukan seperti kondisi normal,” ujarnya, kemarin.

Ia menjelaskan, hal yang perlu diperhatikan seperti misalnya adalah teknis pengungsian yang tidak bisa dilakukan penumpukkan. Lokasi pengungsian tetap harus memperhatikan kapasitas sehingga bisa menerapkan prokes jaga jarak. Hal itu menjadi penting karena jika tidak diperhatikan dikhawatirkan akan menjadi klaster baru dalam penyebaran Covid-19 di Banten yakni klaster bencana.

“Kalau sekarang yang harus diperhatikan itu kalau mengungsi, kapasitas tempat pengungsian berapa, maksimal diisi berapa orang,” katanya.

Terkait tempat pengungsian, kata dia, pihaknya cukup terbantu lantaran saat ini banyak gedung sekolah yang sedang tidak digunakan kegiatan belajar dan mengajar. Dengan begitu, prokes untuk menjaga jarak tetap dapat diterapkan.

“Hal itu contohnya dilakukan saat bencana banjir di Kabupaten Pandeglang beberapa waktu lalu. Alhamdulillah tidak ada kasus konfirmasi Covid-19 saat itu,” ungkapnya.

Selanjutnya yang menjadi perhatian adalah penggunaan masker. PIhaknya selalu menyiapkannya sebelum berangkat ke lokasi penanggulangan bencana. Sebab, sebagian warga yang terdampak bencana terkadang tidak memperhatikannya karena situasi genting.

“Kadang-kadang ada yang bilang boro-boro memakai masker, baju saja basah kuyup. Nah, ini (masker-red) yang harus disiapkan,” tuturnya.

Diungkapkan Nana, untuk situasi penanganan dampak bencana di lapangan saat ini warga sudah tidak terlalu panik terhadap pandemi Covid-19 seperti saat awal virus itu menyerang Indonesia.

“Kecemasan menurun karena sekarang mungkin tidak perlu panik. Karena kalau yang tidak punya penyakit penyerta bisa sembuh dengan tetap menerapkan prokes,” ujarnya. (dewa)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp