Wisata & Kuliner

Melihat Saung Mang Pendi di Cipocok Jaya, Kota Serang

Sensasi Makan Ditemani Kurung Hayam dan Kolecer

Saung Mang Pendi memiliki banyak ornamen, alat-alat, bahkan bangunan khas Sunda. Barang-barang ini memiliki filosofi yang dalam dan dapat mengingatkan siapa pun, yang merupakan urang Sunda, mengingat kembali kenangan masa kecil.

Ada banyak barang yang jadi ornamen atau hiasan di Saung Mang Pendi. Misalkan nyiru (tempat memisahkan beras dari kotoran), boboko atau bakul yang digunakan sebagai wadah penyimpan nasi, kurung hayam (kurangan tempat menyimpan ayam), lampu petromax, lampu teplok, cetok atau caping yang biasa digunakan petani, kolecer/ kekicir alias kincir angin yang memiliki suara khas, dan lisung (tempat menumbuk padi guna memisahkan kulit padi sehingga hanya tersisa beras). Untuk yang terakhir ini, salah satunya didatangkan dari Ciboleger, Baduy.

Melihat alat-alat dan ornamen khas Sunda ini akan mengingatkan siapa pun, terutama urang Sunda, akan barang-barang khas Sunda yang digunakan oleh orang tua atau kakek nenek mereka di kampung. Terutama di dapur di mana ruang tempat berkumpul keluarga ketika makan.

Pakaian serba hitam lengkap dengan ikat kepala yang digunakan oleh para pramusaji juga akan mengingatkan pada pakaian khas Sunda yang serba hitam. Ketika akan pergi ke sawah, akan bermain, urang Sunda biasanya mengenakan pakaian serba hitam.

Leuit atau lumbung padi, misalnya, selain bermakna sebagai ketahanan pangan juga kebersamaan dan kesejahteraan masyarakat Sunda dan masyarakat yang hidup bersama dengannya. Ketika satu orang yang makan maka saudara dan tetangga yang lain juga harus makan sehingga tidak ada yang kelaparan. Leuit juga bermakna sebagai simbol persatuan dan gotong royong.

Selain menyediakan makanan, minuman, dan suasana khas pedesaan Sunda, Saung Mang Pendi juga memberikan hiburan khas Sunda. Pada hari Sabtu disediakan atraksi musik dengan alat musik kacapi dan suling. Pengunjung bisa menikmatinya pada pukul 11.00-19.00.

Sementara pada hari Minggu ada musik akustik yang ada di aula Saung Mang Pendi guna menemani dan menghibur para pengunjung yang makan di sini dan tidak kebagian tempat makan di saung. Aula unik karena di tengah-tengahnya terdapat pohon randu (pohon kapas) besar ini muat untuk kapasitas 70 orang.

Saung Mang Pendi yang berlokasi di Jalan Raya Serang-Pandeglang, Karundang, Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten, ini buka setiap hari pada pukul 10.00-21.00 WIB. Sehingga bisa melayani setiap hari siapa saja yang ingin atau kangen dengan suasana dan masakan khas Sunda. (tohir)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp