DaerahKesehatanWisata & Kuliner
Trending

Wisata Tetap Buka, Nakes Siap-siap Kerja Keras Lagi

SERANG, BANTEN RAYA- Tetap dibukanya objek wisata pada momen Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah dinilai berpotensi menimbulkan klaster penyebaran Covid-19. Oleh karenanya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten kini sedang melakukan persiapan terkait kemungkinan adanya lonjakan kasus.

Seperti diketahui, pemerintah telah menerbitkan larangan mudik Lebaran 2021 yang diberlakukan pada 6 hingga 17 Mei mendatang. Meski demikian, di satu sisi pemerintah membolehkan tempat-tempat wisata untuk beroperasi.

Kepala Dinkes Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan, kegiatan di luar rumah tentunya akan meningkat risiko penularan Covid-19. Itu termasuk pada kegiatan di tempat wisata.  

“Potensi klaster wisata sangat terbuka ketika seluruh objek wisata di Banten dibuka saat Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri 2021,” ujarnya, kemarin.

Ati menuturkan, dengan kondisi tersebut maka pihaknya saat ini sedang bersiap melakukan antisipasi, dan gencar mengampanyekan protokol kesehatan (prokes) dan mempersiapkan fisik serta mental para nakes.

“Ketika parawisata tetap dibuka. Nah itu yang harus berhati hati kembali. Tenaga kesehatan ini kembali lagi bekerja keras untuk siap-siap mengantisipasi lonjakan kasus yang ada,” katanya.

Meski demikian, kata Ati, pihaknya tentu tak mengninginkan adanya lonjakan kasus Covid-19 pada periode perayaan hari keagamaan tersebut. Oleh karena itu dia meminta agar masyarakat bisa selalu patuh menerapkan prokes. Sebab, Satgas Covid-19 tak memungkinkan untuk melakukan pengawasan ke seluruh destinasi wisata di saat bersamaan.

“Kita mengupayakan di tempat wisata (masyarakat) harus memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilisasi. Terapkan 5 M itu,” ungkapnya.

Selain destinasi wisata, dinkes juga memberikan perhatiannya pada pelaksanaan kegiatan di tempat ibadah. Sebab, untuk tahun ini kegiatan salat tarawih berjemaah di masjid sudah diperbolehkan namun kembali dengan syarat menerapkan prokes yang ketat.

“Mudah-mudahan walaupun kebijakan bahwa salat (tarawih) boleh di masjid selama bulan puasa, kalau mereka benar-benar menerapkan prokes yang baik, Insya Allah tidak terlampau meningkat kasusnya,” tuturnya.

Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, jika memang mudik dilarang maka seharusnya sektor pariwisata juga diperlakukan sama. Menurutnya, jika mudik dilarang namun pariwisata dibolehkan buka maka akan membuat daerah kesulitan dalam menerapkan prokes di lapangan. 

“Tapi pariwisata dibolehkan. Ini Covid-19 dan ekonomi sepetri dua sisi mata uang. Pilihannya harusnya satu, dilarang ya dilarang sudah,” ujarnya. (dewa)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp